Kamis, 03 Februari 2011

Mengundi Nasib Dengan Anak Panah , Apa Maksudnya?

Mengundi Nasib Dengan Anak Panah , Apa Maksudnya?

27 August 2010 11:20:32
Assalamu `alaikum wr. wb.

Pak Ustad saya mw tanya, yang dimaksud dengan "mengundi nasib dengan anak panah" tu apa ya? sepeti yg ada di dalam QS.Al-Maidah:90, terus contohnya yg real sekarang apa? klo kita ikut undian di sebuah Bank atw di tempat perbelanjaan dengan memasukan suatu kupon yg nantinya di undi (lucky draw), tu termasuk mengundi nasib dengan anak panah bukan?

Jawaban :

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengundi nasib dengan anak panah yang dimaksud dalam ayat tersebut berbeda dengan undian perjudian yang kita kenal. Perhatikan kata mengundi nasib, jadi yang diundi itu adalah nasib, bukan menang atau kalah dari berjudi.

Istilah itu merupakan terjemahan dari kata bahasa Arab : AZLAM. Azlam adalah bentuk jamak dari zulam atau zalam. Memang sering diterjemahkan dengan istilah mengundi nasib dengan anak panah. Tetapi yang terjadi sesungguhnya bukan bab perjudian, melainkan mengundi pilihan hidup dengan menggunakan anak panah.

Disebutkan bahwa di masa jahiliayah, bila seseorang dalam keadaan bingung atas pilihan-pilihan hidup, mereka bukan melakukan shalat istikharah seperti ajaran Rasulullah SAW, melainkan mendatangi para dukun untuk minta nasehat. Lalu mBah dukun akan melakukan pengundian dengan mengocok anak panah. Di tiap-tiap ujung anak panah itu dituliskan : Kerjakan - Jagan Kerjakan - Ulangi (kosong).

Kira-kira kalau di masa kita ini mirip orang menghitung kancing baju, antara iya dan tidak. Atau seperti mendengarkan suara tokek, antara iya dan tidak. Nah perbuatan seperti inilah yang dikatakan dengan mengundi nasib dengan anak panah.

Illat atau point penting titik keharamannya adalah percaya kepada tahayul dengan meninggalkan pertimbangan akal sehat.

Sedangkan yang sifatnya perjudian memang hukumnya haram, tapi dalil pengharamannya ayat yang lain lagi, yaitu ayat yang mengharamkan judi (maysir).

Demikian semoga menjadi lebih jelas.

Wallahu a`lam bishshawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar